Bersama Google

Featured

googBanyak hal dapat dicari dengan bantuan search engine seperti Google. Kalau sudah terbiasa, apa saja dapat ditemukan dengan mudah. Coba, mari kita hubungkan term “tanah” atau “soil” dengan term lain yang mungkin terkait. Misalnya: “ilmu” “tanah” (soil sciences), “hara” “tanah” (soil nutrient), “kesuburan” “tanah” (soil fertility), “neraca” “hara” (nutrient balance), “gejala” “kekahatan” “hara” (nutrient deficiencies symptoms).

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
Posted in Uncategorized

Trilogi Biomassa #tribio

tribioSeluruh biomassa (material yang menyusun organisme) dapat dikembalikan ke dalam tanah, melalui 3 jalan:
1. Bagian keras (berkayu), contoh: kayu, bambu, cabang, ranting, termasuk kertas, dibuat menjadi biochar (arang hidup), melalui proses pirolisis (pembakaran tanpa oksigen) yang menghasilkan arang, diteruskan proses menghidupkan dengan perendaman dalam POC sehingga menjadi biochar.  Biochar dapat diaplikasikan langsung ke dalam tanah, sebagai mulsa di permukaan tanah atau diikutkan serta dalam proses pengomposan. Biochar dalam tanah dapat bertahan beberapa abad.
2. Bagian berair (cair), contoh: sayur, buah, daging, susu, dibuat menjadi pupuk organik cair dalam reaktor biokompos Hi (menggunakan larva lalat hitam atau Hermetia illucens). Pupuk organik cair (POC) dapat digunakan sebagai sumber hara , diaplikasikan lewat tanah atau lewat daun tanaman, sebagai sumber inokulan untuk pengomposan, atau sumber nutrien, organik dan mikroba yang digunakan untuk menghidupkan biochar. POC bermanfaat untuk jangka yang sangat singkat.
3. Bagian lunak, contoh: daun, korotan ternak atau pupuk kandang, dibuat menjadi kompos melalui proses komposting. Komposting terdiri dari dua proses : (1) dekomposisi atau perombakan/penguraian, dan (2) rekomposisi/sintesis. Kompos dalam tanah dapat bermanfaat sampai 3-5 tahun.

 

 

 

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter

Reaktor Biokompos Hi

Reaktor Biokompos HiReaktor Biokompos Hi.

  • Mudah dibuat, beaya murah, mudah ditiru.
  • Tidak perlu listrik.
  • Tidak perlu aktivator.
  • Umur teknis sampai 20 tahun.

Hi dari Hermetia illucens (lalat hitam)

Bahan : sayur dan buah, sampah pasar, sampah dapur (termasuk tulang dan ikan).

Agensia: larva lalat hitam (Hermetia illucens), induknya akan datang sendiri.

Alat : tong 200 L dengan lubang atas (tutup dengan engsel), dan kran di bawah. Estimasi beaya Rp. 300.000,-

Cara kerja: masukkan sampah organik dalam tong, tutup biarkan agak terbuka sedikit. Satu bulan berikutnya akan datang lalat hitam dan bertelur, larva (belatung) itulah yang aktif merombak sampah organik.

Hasil: Pada bulan berikutnya cairan dapat digunakan sebagai pupuk cair (diencerkan 10-100 X), dapat juga dimanfaatkan sebagai agensia perombak dalam pembuatan kompos (model ditumpuk seperti biasanya).

Larva yang sudah kenyang akan naik ke atas, keluar dari tong bersiap-siap mencari tempat kering untuk menjadi pupa (kepompong). Larva dan pupa dapat untuk pakan ayam atau ikan.

Selamat mencoba.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter