Bersama Google

Featured

googBanyak hal dapat dicari dengan bantuan search engine seperti Google. Kalau sudah terbiasa, apa saja dapat ditemukan dengan mudah. Coba, mari kita hubungkan term “tanah” atau “soil” dengan term lain yang mungkin terkait. Misalnya: “ilmu” “tanah” (soil sciences), “hara” “tanah” (soil nutrient), “kesuburan” “tanah” (soil fertility), “neraca” “hara” (nutrient balance), “gejala” “kekahatan” “hara” (nutrient deficiencies symptoms).

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter

Produksi POC Hi

reaktor-biokompos-hiPetani dapat memproduksi POC Hi secara terus menerus, memanfaatkan buah (buah busuk, buah tak laku, limbah buah) yang ada di sekitarnya.
Drum 1, digunakan sebagai wadah larva Hermetia illucens mengolah buah menjadi cairan.
Drum 2, digunakan sebagai wadah untuk  pematangan cairan sehingga menjadi POC Hi.
Jika POC Hi akan digunakan sebagai sumber inokulan dalam pembuatan kompos, sebaiknya ambil yang masih segar keluar dari Drum 1. Namun jika digunakan sebagai sumber hara maka ambil dari Drum 2, lebih lama disimpan di Drum 2 akan lebih baik.
Jika POC Hi dimaksudkan untuk menghidupkan arang agar menjadi biochar, dapat diambilkan dari Drum 1 atau Drum 2.
Jika pembuatan POC Hi dengan bahan buah sudah berhasil, dapat diteruskan dengan bahan sayur atau sisa dapur, dan termasuk juga menambahkan sisa ikan/hewan.

Selamat mencoba.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter

Artificial soil

carbon-mediaCO2 di udara dengan proses fotosintesis difiksasi menjadi biomassa.
Biomassa dengan proses pirolisis dikonversi menjadi arang.
Arang digunakan sebagai media tumbuh, menghasilkan biomassa lebih banyak lagi.
Biomassa lebih banyak, menghasilkan media tumbuh lebih banyak lagi
—-
Biomassa dengan proses perombakan menghasilkan asam-asam.
Asam-asam melarutkan batuan menyediakan mineral.
Mineral dibutuhkan untuk pembentukan biomassa.
Mineral lebih banyak, menghasilkan biomassa lebih banyak lagi.
—-
Begitu seterusnya.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter