Bersama Google

Featured

Banyak hal dapat dicari dengan bantuan search engine seperti Google. Kalau sudah terbiasa, apa saja dapat ditemukan dengan mudah. Coba, mari kita hubungkan term “tanah” atau “soil” dengan term lain yang mungkin terkait. Misalnya: “ilmu” “tanah” (soil sciences), “hara” “tanah” (soil nutrient), “kesuburan” “tanah” (soil fertility), “neraca” “hara” (nutrient balance), “gejala” “kekahatan” “hara” (nutrient deficiencies symptoms).

Continue reading

Petani Rasional

Berikut ini contoh cara bertindak rasional seorang pengusaha pertanian, saat produksi diprediksi tidak akan memenuhi syarat ideal pasar, maka proses produksi pertanian tersebut dihentikan.

“persiapan menantang musim akhir tahun-awal tahun puncak musim hujan. melon sekali panen. kalau jual ke pengepul langsung, biaya produksi kadang tdk tertutup. standar pasar utk melon lumayan ketat. keseragaman bobot, brix (kemanisan), penampilan, gak masuk standar, rijek. gak laku. pengalaman yll, ketika baru 1/2 perjalanan, bobot buah tdk tercapai, tpaksa di musnahkan. utk memperkecil kerugian. buah tll besar jg gak laku.atau murah bgt.”
(sumber : WAG Bisnis Agro, Oktober 2017)

 

 

Mengapa harus dimulai dari sawah ?

1. sekam dapat diolah menjadi arang sekam, mudah dikerjakan, ukuran butir sudah ideal.
2. tanah-tanah sawah umumnya memiliki kandungan C-organik yang rendah, arang sekam merupakan solusi.
3. semakin subur tanah sawah, semakin banyak arang sekam yang dapat dibuat.
4. arang sekam kaya dengan Si, itulah yang membuat istimewa.
5. kita hanya perlu 50 ton arang sekam/hektar sawah, setelah itu dapat disumbangkan untuk tanah lainnya.
6. proses transisi ini perlu waktu 3-10 tahun, namun dampaknya akan bertahan beberapa abad.